8 Alasan Indonesia susah maju padahal Indonesia adalah negara yang kaya

8 Alasan Indonesia Sulit Maju

Alasn Indonesia sudah maju

1. Mengandalkan Sumber Daya Alam

Padahal, saat ini tidak ada negara maju yang mengandalkan sumber daya alam, melainkan industri kreatif. Misalnya, Facebook sendiri, mampu menghasilkan miliaran Dolar AS tanpa membuka tambang. Sebagai perbandingan, nilai pasar FACEBOOK adalah 1.008 triliun dolar AS  sedangkan nilai pasar freeport hanya 85 miliar dolar AS.

Bandingkan juga dengan nilai pasar TLKM sebesar 450 Triliun Rupiah. Jadi sekarang sebenarnya PT Telkom lebih besar dari freeport. Anda bisa lihat grafik di atas, saat ini Bank BRI, Telkom dan Bank BCA, serta HM Sampoerna (Pabrik Rokok) Nilainya sudah di atas Freeport.

Singapura yang tidak punya apa-apa bisa lebih maju dari Indonesia. Jepang yang lahannya sempit, akhirnya menanam padi dan sayuran di dalam gedung.

 

2. Pendidikan untuk Karyawan

Jika kita melihat model pendidikan kita, itu mengarah pada menjadi karyawan dan bukan sebagai wirausahawan yang membuka lapangan kerja baru.

Pendidikan di Indonesia mengajarkan anak untuk pintar, tapi tidak mengerti apa-apa. Pintar karena anak di ajarkan mengerti begitu banyak materi pelajaran, tapi disuruh mengaplikasikan tidak bisa. Karena baru tahu, bisa menjawab ujian, mendapat nilai 100, guru dan orang tua senang. Saya pikir ini harus berubah.

 

3. Sentimen Anti Asing

 Orang asing sering digunakan dalam berbagai kampanye politik. Saat ini, semua negara saling membutuhkan. Memiliki rasa nasionalisme yang tinggi tidaklah salah. Namun perlu dibarengi dengan kecerdasan yang tinggi pula. Bersikap seolah-olah orang asing ingin mengambil sumber daya alam kita bukanlah hal yang benar. Lihat poin nomor 1 di atas. Tidak ada negara maju karena sumber daya alamnya.

 

4. Sulit menerima perubahan

Mungkin poin nomor 4 mirip dengan poin nomor 3. Yang paling di takutkan selain asing, tapi perubahan. Contoh paling nyata adalah GO-JEK. Yang dulu sangat kontroversi, bahkan beberapa daerah ada yang memasang tulisan "GO-JEK/OJEK ONLINE, Dilarang Bawa Penumpang Disini", padahal nggak susah jadi member ojek, Ngelamar aja. Tapi inilah fenomenanya. Sulit menerima perubahan.

 

5. Orang Termiskin selalu benar

 Maaf kata, tapi ini paling sering terjadi. Ini mungkin kontroversial, tetapi Anda dapat berpikir sendiri jika itu benar.

Contoh: embung di Jakarta yang seharusnya digunakan untuk kawasan penanggulangan banjir, ditempati warga, saat diminta pindah. Dia bilang mereka sudah ada di sana selama bertahun-tahun. Ditanya sertifikat tanah yang mana, tidak bisa nunjukin. Lah, gak punya sertifikat tapi ngotot.

 

6. Pingin yang serba Cepat (instan)

  • Apakah Anda suka makan mie instan?
  • Apakah Anda suka minum kopi instan?Apakah Anda suka makan makanan cepat saji?
  • aku juga suka hahaha.😂

Ini adalah masalah budaya di Indonesia dan banyak negara lain. Mau cepat, instan, padahal yang instan belum tentu baik. Contoh nyata di bidang ekonomi adalah Investasi Bodong. Kalau saya nawarin investasi reksa dana untuk orang selalu ditanya, sebulan bisa haislin berapa, ya saya jawab aja, tidak yakin, tapi kalau setahun bisa antara 14-20%, orang itu langsung tidak jadi investasi.

tapi kalau ada investasi nawarin dengan iming-iming 10% sebulan, langsung diterima, tau-tau bodong. Dan banyak seperti ini, hingga triliunan rupiah dana masyarakat dibawa pergi

 

7. Konsumtif

Kalau ke mall yang jual HP pasti rame terus, nggak pernah sepi. Orang Indonesia memang suka mengganti HP bahkan HP terbaru yang mahal pun bisa dibeli. Padahal sama uangnya, kalau di tabung/diinvestasikan bisa bermanfaat untuk masa depan.

Tapi konsumtif kita sangat besar. Gadget adalah contohnya. Masih banyak contoh lain seperti sepeda motor dan mobil. Padahal anti asing lho, tapi HP nya pengen yang terbaru, produk luar negeri juga.

 

8. Infrastruktur Minimal

Kekacauan infrastruktur di Indonesia, membuat berbagai masalah, kenaikan harga karena peningkatan orngkos hingga penurunan produktivitas karena waktu pengiriman yang lama. Semoga saja tahun 2022 ini membuat pemerintah memiliki dana pembangunan infrastuktur dan indonesia bisa meningkatkan produktivitasnya

 

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Komentar

Anda harus masuk untuk mengirim komentar.

Related Articles
About Author

Assalamualaikum wr wb, Perkenalkan nama saya Eli Maulana, saya tinggal di Boyolali, Jawa Tengah, hobi membaca, menggambar, dan menjomblo. Walaupun saya sangat tampan tapi tidak ada cewek yang naksir karena saya cenderung cuek, dingin dan suka bermalas-malasan. 🤭😅

Popular