Pertanda apa ini?, Banyaknya bencana yang menyambut Indonesia di awal tahun 2021

Indonesia Sedang Memerangi Serangkaian Bencana, Ini adalah awal tahun yang berat bagi Indonesia.

Saat berjuang dengan lonjakan kasus virus korona, Indonesia lalu menghadapi kecelakaan pesawat tragis yang menewaskan 62 orang di dalamnya, banjir dan tanah longsor yang menyebabkan puluhan ribu orang mengungsi, dan gempa bumi mematikan yang menewaskan puluhan orang. Kemudian gunung berapi meletus. Semua ini dalam kurun waktu dua minggu.

 

Kecelakaan Sriwijawa Air

Pesawat jatuh

Penerbangan 182 pada 9 Januari adalah awal yang suram hingga 2021. Pesawat Boeing 737 itu jatuh hanya beberapa menit setelah lepas landas dari ibu kota Jakarta dan jatuh ke laut, mendorong operasi pencarian dan penyelamatan besar-besaran. Penyelam berbicara tentang kondisi cuaca yang bergejolak yang menghambat pencarian pesawat, lebih rumit dari kecelakaan sebelumnya di sektor penerbangan yang rawan kecelakaan di Indonesia.

“Kondisi cuaca buruk dan menantang, angin kencang dan hujan akan menghambat banyak dari kita yang mencoba membawa kembali puing dan mayat,” kata relawan penyelam Bayu Wardoyo.

 

Banjir dan longsor

Banjir

Cuaca buruk akan terus berlanjut di banyak kota di seluruh negeri sepanjang minggu.  Dan keadaan akan berubah menjadi lebih buruk.

Hujan lebat memicu tanah longsor berbahaya dan banjir yang meluas di bagian tengah Indonesia seperti provinsi Kalimantan Selatan serta pulau-pulau terpencil di Sulawesi dan Kalimantan.

Air banjir yang menghancurkan segera mencapai ketinggian hingga 10 kaki dan membuat puluhan ribu orang mengungsi. Kelompok pencarian dan penyelamatan nasional seperti badan pemerintah BASARNAS menyebutkan korban tewas mencapai 100 dan memperkirakan bahwa lebih dari 70.000 orang telah dievakuasi — dengan jumlah yang akan meningkat. Petani lokal dikatakan paling terkena dampak karena kedekatan mereka dengan dataran banjir yang subur.

 

Kemudian datang gempa besar

Gempa bumi

beberapa hari kemudian pada tanggal 15 Januari - dengan kekuatan 6,2 skala Richter.

Sekali lagi, Pulau Sulawesi pun tak luput. Gempa bumi melanda provinsi baratnya di tengah malam, membuat penduduk mengungsi dalam kegelapan. Bangunan dan rumah roboh sementara jalan yang mengarah ke luar kota diblokir.

Lebih banyak tanah longsor di daerah itu dipicu, menewaskan sedikitnya 78 orang, menurut laporan.

Petugas pencarian dan penyelamatan dibantu oleh sukarelawan lokal telah bekerja tanpa lelah sepanjang waktu, merawat ribuan korban yang terkena dampak bencana berulang kali.

Pekerja di Sulawesi dan sekitarnya mengatakan kepada media bahwa usaha tersebut berlangsung "penuh" dan "nonstop". Energi, serta kekuatan  mereka, semakin menipis.

Saidar Rahmanjaya, kepala badan pencarian dan penyelamatan lokal, mengatakan bahwa gempa bumi dan tanah longsor terbukti menantang. Jalan dan infrastruktur rusak serta terjadi pemadaman listrik skala besar. “Masih banyak orang yang diyakini masih terperangkap di bawah reruntuhan,” ujarnya.

Sulawesi sering menjadi sasaran malapetaka bencana alam. Pada tahun 2018, ribuan orang tewas ketika gempa berkekuatan 7,5 skala Richter yang diikuti oleh tsunami melanda kota Palu.

 

letusan Gunung Semeru

Gunung meletus

Letusan gunung berapi yang dramatis mengakhiri kekacauan selama 11 hari.

Indonesia terletak di Cincin Api Pasifik yang terkenal, serangkaian gunung berapi, situs gempa dan lempeng tektonik yang menyebar sekitar 25.000 mil dari Amerika Selatan sampai ke Selandia Baru.

Gunung Semeru di pulau Jawa, negara terpadat penduduknya, terlihat memuntahkan awan asap dan abu ke langit.

Belum ada perintah evakuasi yang dikeluarkan sejauh ini, dan tidak ada korban yang dilaporkan. Namun penduduk desa pegunungan diperingatkan untuk waspada terhadap tanda-tanda aktivitas seismik.

Ilmuwan Indonesia meramalkan bahwa kondisi cuaca akan memburuk dan memperingatkan kemungkinan ancaman tsunami yang akan datang.

“Musim hujan diperkirakan akan mencapai puncaknya di sebagian besar wilayah Indonesia,” kata Wakil Kepala Badan Meteorologi Indonesia Guswanto

“Cuaca ekstrem diperkirakan akan berlanjut selama beberapa hari ke depan di lebih dari 10 provinsi dan dapat menyebabkan lebih banyak banjir bandang dan tanah longsor.”

"Ada juga potensi curah hujan yang tinggi dengan durasi yang lebih lama dan intensitas yang lebih tinggi, yang akan menimbulkan risiko serius berupa badai petir dan gelombang besar yang dapat membahayakan pesawat dan kapal."

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Related Articles
About Author

Assalamualaikum wr wb, Perkenalkan nama saya Eli Maulana, saya tinggal di Boyolali, Jawa Tengah, hobi membaca, menggambar, dan menjomblo. Walaupun saya sangat tampan tapi tidak ada cewek yang naksir karena saya cenderung cuek, dingin dan suka bermalas-malasan. 🤭😅