6 sebab anak orang kaya lebih mudah sukses dibanding mereka yang terlahir rajin & pintar,

Benarkah anak-anak yang terlahir kaya memang lebih sukses dibanding mereka yang terlahir pintar.? 

Orang-orang dengan bakat sering tidak berhasil. Orang-orang pintar dari kelas menengah ke bawah tidak lebih sukses secara finansial daripada orang-orang yang tidak terlalu pintar dari kelas atas. " Intinya adalah bahwa dilahirkan kaya memiliki peluang lebih besar untuk menjadi sukses.

Hasil penelitian ini mungkin hanya berfokus pada apa yang terjadi di Amerika Serikat. Tapi, bagaimana dengan kenyataan di Indonesia? Apakah sesuai dengan kesimpulan penelitian? Mari kita kupas tajam, setajam ** t.

Melihat apa yang terjadi di masyarakat kita, itu menunjukkan bahwa seringkali anak-anak yang dilahirkan sebagai anak-anak kaya alias "sultan" memang memiliki masa depan yang sangat cerah atau lebih sukses daripada anak-anak yang lahir dari orang tua dengan penghasilan biasa-biasa saja.

Karena memang anak yang terlahir kaya bisa dengan mudah mendapatkan apa yang diinginkannya. Tidak seperti anak-anak dari orang-orang kurang mampu, dibutuhkan kerja keras untuk mencapai tujuan mereka dan kami sering bertemu anak-anak yang masih di sekolah yang harus bekerja keras untuk membantu keluarga mereka.

Ini adalah potret ketimpangan, alias ketimpangan strata ekonomi dan sosial di negara kita tercinta. Meskipun kita  adalah makhluk Tuhan, mengapa ini harus terjadi, perbedaan antara orang kaya dan orang miskin seperti surga dan bumi.

Tapi, apa dasar bahwa anak-anak yang dilahirkan kaya lebih sukses daripada anak-anak pintar yang lahir dari keluarga kurang mampu? Contoh konkret dapat dilihat dari sekeliling kita, ketika anak-anak pejabat menjadi pejabat, anak-anak kepala daerah menjadi kepala daerah, putra bos perusahaan menjadi penerus takhta perusahaan, putra seorang seniman menjadi seniman, anak dokter menjadi dokter, bahkan anak koruptor bisa menjadi korup .

Berbeda dengan anak-anak kurang mampu, dibutuhkan proses yang begitu panjang untuk berhasil. Ada lika-liku kehidupan yang perlu dihadapi. Misalnya, sekolah juga harus berjuang, biaya-biaya ini tidak hanya meminta orang tua untuk segera dipenuhi. Tidak seperti putra sultan sebelumnya, dia dengan mudah mendapatkan apa yang dia inginkan.

Ini tidak berarti generalisasi. Tidak semua anak dilahirkan kaya seperti itu, tetapi kebanyakan dari mereka, sukses karena keberhasilan orang tua mereka. Namun, anak-anak dari orang-orang kurang mampu bukan berarti mereka tidak bisa sukses,

ada banyak cerita ketika anak-anak yang lahir dari kelas menengah ke bawah bisa menjadi orang sukses. Contoh sebenarnya adalah Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, yang proses hidupnya benar-benar dari bawah. Namun, berbeda dengan anaknya yang mencalonkan diri sebagai wali kota. Ups, maaf.

Setidaknya ada enam perbandingan mengapa anak-anak yang dilahirkan kaya lebih sukses daripada anak-anak yang pintar secara akademis dan rajin secara keperibadian , tetapi dari keluarga kurang mampu.

 

 1 Hak istimewa atau Privilege.

Hak istimewa di sini adalah kenyamanan yang ditemukan pada anak-anak yang dilahirkan kaya. Tingkat pendidikan biasanya lebih berkelas. Dengan bantuan orang tua, biasanya lebih mudah untuk melanjutkan studi mereka ke tingkat yang lebih tinggi. Bahkan di luar negeri.

Tidak dapat dipungkiri bahwa ada juga anak-anak orang kaya yang memiliki kegigihan kuat sehingga bisa mendapatkan beasiswa dan sebagainya. Itu juga lebih baik karena hidupnya hanya fokus pada pendidikan, tidak perlu memikirkan uang untuk kehidupan sehari-hari atau kebutuhan lainnya. Berbeda dengan anak kurang mampu, ia harus memikirkan pendidikan dan uang untuk hidupnya sendiri dengan bekerja.

 

2 relasi atau Hubungan

Hubungan yang dimaksud di sini adalah jaringan luas yang anak kaya yang di terima dari orang tuanya. Mungkin kita sering mendengar bahwa mendapatkan pekerjaan lebih mudah ketika Anda memiliki seseorang di dalam. Inilah yang terjadi pada anak ini yang terlahir kaya, dengan bantuan kesuksesan orang tuanya, ia bisa dengan mudah mendapatkan apa yang diinginkannya.

Misalnya, ketika dia masuk perguruan tinggi, mungkin anak kaya ini tidak dapat lulus sesi tes tertulis atau file. Namun, mereka memiliki peluang bagus untuk melarikan diri karena mereka dapat memasuki rute independen yang mahal atau mereka dapat "melalui jendela" karena kenalan orang dalam yang berpengaruh. Dan ini tidak dapat dilakukan oleh anak-anak kurang mampu. Sebagian besar dari mereka benar-benar harus melewati rute tertulis atau setidaknya rute undangan.

 

3 Kekuatan

Kekuatan yang dimaksud adalah rasa hormat yang diterima dalam masyarakat atau hubungan sosial. Kita biasanya melihat anak-anak orang kaya bermain dengan teman-teman mereka yang tidak berani "menyentuh" atau bahkan memukul mereka. Sebab, konsekuensinya sangat besar jika orang kaya dipukuli. Berbeda halnya dengan anak kurang mampu yang dipukuli oleh anak kaya ini.

Demikian juga dengan pejabat setempat dan bahkan pejabat di tingkat pusat, yang anak-anaknya dihormati atau memiliki kekuatan karena mereka mengandalkan nama-nama besar orang tua mereka.

Satu hal lagi, anak-anak yang sering terkena perundungan di sekolah atau di tempat lain juga menjadi faktor kekuatan. Bisa jadi anak ini tidak bisa melawan karena pengganggu memiliki kekuatan "orang tua". Kadang-kadang, bahkan guru tidak bisa melakukan apa-apa.

 

4. Tingkat pendidikan orang tua cenderung tinggi

Anak kaya lebih sukses

Orang tua yang secara ekonomi baik umumnya memiliki tingkat pendidikan yang tinggi. Tingkat pendidikan ini tentu mempengaruhi cara berpikir dan menghargai pentingnya pendidikan itu sendiri. Oleh karena itu, mereka mencoba menularkan kepada anak-anaknya dengan memberikan pengajaran dan pendampingan, sehingga tertanam budaya belajar yang baik, di mana orang tua mendorong anak-anak untuk suka membaca dan menjelajah.

 

Tingkat pendidikan yang tinggi juga mempengaruhi perspektif yang lebih visioner. Ini berarti bahwa orang tua kaya memiliki perspektif yang luas tentang dunia dan cara kerjanya. Mereka mencoba mentransfer pengetahuan ini kepada anak-anak mereka. Tidak mengherankan, anak-anak dengan orang tua kaya memiliki peluang lebih besar untuk mencapai dan mencapai nilai baik di sekolah.

 

Di sisi lain, keterbatasan finansial keluarga miskin membatasi peluang untuk mendapatkan pendidikan tinggi. Oleh karena itu, orang tua miskin cenderung memiliki pendidikan yang rendah. Hal ini tentu berpengaruh pada cara berpikir dan menghargai pendidikan. Bagi mereka, mampu membaca dan menulis adalah rezeki yang cukup untuk kehidupan. Selain itu, ketidakstabilan keuangan juga mengharuskan orang tua untuk bekerja ekstra jam sehingga mereka tidak memiliki cukup waktu untuk menemani anak-anak mereka belajar.

 

5. Memiliki sumber daya yang memadai

Anak kaya lebih sukses

Tidak ada keraguan bahwa orang tua kaya memiliki sumber daya yang cukup untuk melahirkan anak-anak yang cerdas. Mereka memiliki uang untuk membeli pendidikan dan menyediakan fasilitas belajar yang lengkap untuk anak-anak mereka. Jika anak mengalami kesulitan belajar, orang tua tidak akan ragu untuk mendatangkan guru untuk memberikan pelajaran pribadi kepada anaknya agar tidak lagi kesulitan belajar.

 

Anak-anak dari keluarga kaya cenderung memiliki fasilitas belajar yang lebih lengkap mulai dari alat tulis dan peralatan hingga buku pelajaran dan dukungan belajar. Ketersediaan media pembelajaran yang memadai tentu akan memudahkan anak-anak untuk belajar.

 

Di sisi lain, orang tua yang tergolong kurang beruntung secara ekonomi cenderung sulit menyediakan fasilitas belajar yang lengkap untuk anak-anaknya, karena sumber daya keuangan mereka begitu terbatas. Hal ini menyebabkan anak-anak dari keluarga miskin cenderung belajar dengan apa yang tersedia, sehingga hasil belajar kurang optimal.

 

6. Memiliki pendidikan sekolah yang baik

Anak kaya lebih sukses

Lingkungan belajar mempengaruhi keberhasilan berprestasi. Anak-anak dari keluarga kaya umumnya belajar di institusi pendidikan berkualitas, bahkan dengan standar internasional. Sekolah yang berkualitas tentu saja memiliki infrastruktur pembelajaran yang memadai, staf pengajar yang kompeten, dan lingkungan belajar yang kondusif. Kombinasinya jelas tidak murah. Namun, biaya tidak menjadi masalah bagi keluarga kaya. Mereka memiliki sumber daya keuangan yang cukup untuk membelinya.

 

Belajar di sekolah-sekolah unggul dengan proses belajar mengajar yang berkualitas dapat meningkatkan kecerdasan anak. Bagaimana bisa? Anak-anak belajar dengan guru yang berpengetahuan luas sesuai dengan bidang studinya dan menggunakan media lengkap atau alat bantu belajar sehingga lebih mudah memahami materi pembelajaran.

 

Hal ini berbeda dengan anak-anak dari keluarga miskin yang belajar di sekolah-sekolah seadanya. Bahkan di daerah tertentu seperti daerah pedesaan dan terpencil, anak-anak harus belajar dengan seorang guru yang mengajar semua mata pelajaran. Semakin menyedihkan proses belajar mengajar yang mereka lakukan tidak didukung oleh media pembelajaran yang memadai seperti buku dan alat bantu pengajaran baik secara kuantitas maupun kualitas. Berbagai keterbatasan ini jelas menghasilkan hasil belajar yang kurang optimal bagi anak-anak dari keluarga miskin.

 

7. Dapatkan asupan gizi yang baik

Anak kaya

Percaya atau tidak, asupan gizi mempengaruhi kecerdasan seseorang. Jika orang mendapatkan nutrisi yang baik dengan mengonsumsi makanan bergizi, nutrisi ini akan bermanfaat bagi perkembangan sel-sel otak. Tidak hanya itu, nutrisi juga mempengaruhi tingkat kesehatan seseorang. Dalam arti kata, ketika orang mendapatkan nutrisi yang baik, mereka akan memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat, sehingga mereka tidak mudah sakit. Kesehatan dan stamina yang selalu terjaga tentunya mampu menunjang proses pembelajaran.

Memberikan asupan gizi dan makanan yang tinggi kepada anak tentu bukan masalah besar bagi orang tua yang kaya. Mereka tidak akan meragukan bahwa bahkan kesehatan anak adalah prioritas. Orang tua akan memastikan anak-anak mereka makan porsi yang cukup dan menu yang bervariasi.

Kondisi yang berbeda muncul pada keluarga miskin. Bagi mereka, bisa makan sehari-hari sudah bersyukur. Mereka lebih peduli dengan kuantitas atau porsi makanan yang dimakan, bukan nilai gizi. Hal inilah yang menyebabkan anak-anak dari keluarga miskin kurang berhasil dalam belajar karena tidak didukung oleh asupan gizi yang memadai. Jika sel-sel otak kekurangan nutrisi, perkembangannya akan terganggu. Selain itu, ini akan mempengaruhi kecerdasan anak, di mana kemampuan anak untuk menerima, menangkap, dan memahami materi pelajaran menjadi kurang optimal.

 

Dengan dukungan finansial, motivasi, asupan gizi, dan kesempatan dari orang tua, anak-anak dari keluarga kaya dapat menjalani proses belajar secara efektif sehingga dapat menghasilkan prestasi yang membanggakan. Di sisi lain, segala keterbatasan orang tua dari keluarga miskin membuat tidak mungkin untuk menyediakan fasilitas belajar yang memadai bagi anak-anak mereka. Akibatnya, prestasi belajar sering terhambat sehingga sulit untuk mencapai yang maksimal.

Jadi jangan heran jika seorang anak terlahir kaya yang hidupnya mudah dan bahagia, masa depannya terjamin. Karena hukum sosialnya seperti itu. Yang kuat adalah pemenang dan yang lemah tertindas. Kenyataannya pahit. Tapi semua dapat di patahkan dengan kerja keras dan kerja cerdas serta mau mengambil resiko. 

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Related Articles
About Author

Assalamualaikum wr wb, Perkenalkan nama saya Eli Maulana, saya tinggal di Boyolali, Jawa Tengah, hobi membaca, menggambar, dan menjomblo. Walaupun saya sangat tampan tapi tidak ada cewek yang naksir karena saya cenderung cuek, dingin dan suka bermalas-malasan. 🤭😅